Meniru resilin, ilmuwan buat bahan untuk atasi gangguan bicara

Belalang sepanjang satu inci bisa melompat jarak sekitar 20 inci. Jangkrik dapat menghasilkan suara dengan frekuensi yang sama seperti gelombang radio. Kutu yang kecil bisa melompat dengan ketinggian 100 kali hanya dalam hitungan mikrodetik. Bagaimana mereka melakukannya? Mereka menggunakan sebuah protein alami yang disebut resilin.

Resilin adalah protein dalam struktur komposit yang bisa ditemukan di kaki dan sendi sayap, dan di organ yang memproduksi suara pada serangga. Resilin sangat elastis, memiliki kecepatan yang tinggi dan menunjukkan ketahanan saat diregangkan.

Kristi Kiick, profesor ilmu dan teknik material dan teknik biomedis di University of Delaware, mempercayai bahwa protein tak biasa ini bisa menjadi kunci untuk membuka kekuatan regenerasi pada jaringan mekanis aktif tertentu.

Melalui dukungan dari National Science Foundation dan Institut Kesehatan Nasional (NIH), kelompok penelitian Kiick telah mengembangkan sel baru, interaktif, dan berbahan seperti resilin, yang memiliki sifat mekanis mirip dengan protein alami dan yang direkayasa untuk mendukung pertumbuhan beberapa jenis sel.

Kiick telah bekerja sama dengan Xinqiao Jia, profesor ilmu dan teknik material dan teknik biomedis, untuk mengeksplorasi potensi material yang seperti resilin ini untuk mengobati gangguan vokal fold (ligamen dan otot vokalis) pada manusia.

Vokal fold yang bergetar lebih dari 100 kali per detik pada frekuensi sangat tinggi, memungkinkan manusia untuk membentuk kata-kata dan berbicara. Jika vokal fold rusak, maka akan mengganggu produksi suara.

Pengembangan material baru untuk mengobati gangguan vokal fold seringkali menghadapi hambatan karena cara kerja vokal fold yang tak mudah. Materi yang dapat menggantikan vokal fold harus memiliki frekuensi 1.000 Hz dan harus mampu mengalami peregangan sebesar 200%.

Melalui dukungan dari National Institute on Deafness dan Other Communication Dissorder (NIDCD), kelompok penelitian Jia telah membuat vokal fold buatan yang terbuat dari kombinasi sel multipoten, hidrogel biomimetik dan bioaktif, serta rangsangan eksternal berupa frekuensi tinggi getaran.

Untuk melengkapi pekerjaan ini, kelompok penelitian Kiick telah mengembangkan hidrogel polipeptida baru yang memiliki karakteristik dan kemampuan mirip dengan resilin alami. Hidrogel tidak hanya meniru sifat-sifat mekanis yang secara alami dimiliki resilin, namun juga telah direkayasa mengandung zat yang mendukung adhesi sel dan degradasi. Kedua hal ini adalah faktor penting yang memungkinkan pertumbuhan jaringan asli ke dalam gel.

Elemen paling penting dalam proyek ini adalah adanya kerjasama antara Kiick dan kelompok Jia.

“Ini akan membuat kita mampu mendesain material baru, mengembangkan metode untuk membuat material dengan frekuensi yang tinggi, kemudian mengujinya untuk menyembuhkan jaringan vokal fold,” jelas Kiick, seperti dilansir oleh Sci Tech Daily.

Saat ini, Kiick dan Jia mempelajari bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk meregenerasi vokal fold. Tim peneliti berencana untuk mengembangkan sel induk manusia mesenchymal (hMSCs) yang diambil dari sumsum tulang orang dewasa. Mereka juga akan menyelidiki apakah sel-gel matriks menunjukkan sifat biokimia dan mekanis seperti dengan jaringan vokal fold yang sehat.

Sebagai langkah terakhir, para peneliti akan bekerja sama dengan spesialis vokal fold, Susan Thibeault dan Timotius McCulloch, di University of Wisconsin Madison, untuk menguji kemampuan bahan-bahan baru dengan melakukan terapi suntik untuk menyembuhkan vokal fold yang mengalami gangguan.

Sumber: merdeka.com Meniru resilin, ilmuwan buat bahan untuk atasi gangguan bicara

Pemanfaatan TIK dan sosial media dalam pembelajaran

-SEMINAR PENDIDIKAN IKATAN GURU INDONESIA-
Karenanya dalam membuat teknologi akrab di kelas dan menjadi andalan dalam membuat murid jadi semakin senang belajar perlu prinsip sebagai berikut :

menerapkan konsep tutor sebaya

Biarkan siswa saling mengajari keterampilan teknologi satu sama lain, hal ini akan mengubah suasana di kelas menjadi suasana para ahli mengajari ahli lainnya. Konsep tutor sebaya juga membuat siswa yang tadinya tidak mempunyai ‘hak suara’ di kelas menjadi siswa yang berkemampuan mengajarkan orang lain dan dimulai dari temannya sendiri

Mulai dari hal yang menyenangkan

Saya hargai niat baik dari guru jika ingin menerapkan teknologi dikelas, namun mulailah dengan hal yang menyenangkan Dijamin anda sebagai guru semakin percaya diri dalam mencoba hal lain yang lebih sulit. Mencoba dengan hal yang menyenangkan misalnya; membuat grup di FB lalu biarkan murid menjadi anggotanya atau menggunakan HP di kelas untuk menghitung (kalkulator) atau mengirimkan sms sebagai alternatif pengmpulan PR

Menerima kenyataan bahwa murid lebih pandai dalam hal penggunaan teknologi.

Dengan menerima kenyataan anda jadi lebih mudah mengajar mereka. Jika murid anda 40 orang anda jadi punya 40 orang asisten dan 40 orang tempat untuk bertanya. Bertanya pada siswa akan makin membuat siswa yakin bahwa gurunya adalah orang yang mau dan senang belajar.

Senang berbagi situs yang menarik pada sesama guru, senang bertanya pada guru yang lebih yunior dalam menggunakan teknologi.

Berbagi situs pada sesama guru adalah sebuah hal yang sangat professional yang bisa anda lakukan saat ini sebagai guru. Berbagi situs berarti berbagi pengetahuan, berbagi situs berarti anda adalah pengguna internet yang aktif dan seorang guru yang senang akan hal baru demi meningkatkan mutu belajarnya dikelas. Bertanya pada guru yunior juga sebuah hal yang bagus dan baik sekali, guru menjadi bisa selalu memperbaharui pengetahunannya tentang teknologi. Pertanyaan yang anda ajukan bisa dimulai dari masalah pemeliharaan laptop atau bagaimana membuat password yang gampang diingat sekaligus aman.

Keempat hal diatas saya sudah terapkan dan saya percaya bisa mempercepat proses integrasi dan pemanfaatan TIK di kelas. Bicara mengenai pemanfaatan TIK belum lengkap rasanya jika belum memasukkan penggunaan social media dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di kelas. Beberapa resep yang saya hadirkan kepada guru yang hadir adalah;

Jika guru saja sebagai orang dewasa menyukai social media (FB dan sejenisnya) apalagi siswa.

Masih banyak guru yang beranggapan social media hanya untuk orang dewasa saja. Dengan alasan bahwa social media bisa membuat siswa malas belajar bahkan sampai lupa waktu. Padahal jika guru mau mulai mau mengintegrasikan mencoba maka akan lain lagi ceritanya. Siswa akan lebih semangat dalam belajar karena ia merasa guru mengerti dunianya.

Gunakan cara pandang murid kita terhadap social media

Sosial media untuk murid kita sekarang benar-benar dirasa mengubah dan mewarnai hidup mereka. Hal ini terjadi dikarenakan sifat social media yang merupakan ‘percakapan’. Sebuah hal yang saat ini jarang ditemui di kelas-kelas kita sekarang ini. Banyak sekali guru yang masih menerapkan pola komunikasi satu arah.. Jika guru menggunakan cara pandangnya terhadap social media maka ia akan sama senangnya dalam mengeksplorasi segala hal yang ada dan menjadi keistimewaan dalam social media sebagai alat pembelajarannya di kelas.

Cara pandang anda terhadap sosial media berbanding lurus dengan situasi di kelas anda

Dalam beberapa kesempatan saya pernah berbicara dengan guru yang marah sekali karena dibicarakan oleh muridnya di social media. Dalam kasus ini guru menyalahkan siswa mengapa begitu kurang ajarnya memaki-maki gurunya di social media sementara tidak pernah mau mengatakan apa yang dirasakannya langsung kepada guru yang bersangkutan.

Menurut saya hal ini bisa terjadi karena guru lebih banyak memonopoli komunikasi di kelas sedangkan murid jarang dibiarkan punya kesempatan berbicara serta mengutarakan secara santai apa yang dirasakannya.

Sebaliknya guru yang senang menggunakan social media biasanya dalam kesehariannya bersikap demokratis dan saat yang sama menerapkan prinsip ‘tegas dan ramah’ kepada siswanya.

Guru – Murid di Social Media, Sebaiknya Bagaimana?

Dikutip dari Blog Guru Kreatif dan sedikit tambahan
2 April 2012

Sebagian dari para guru tentu sudah aktif di social media (Twitter & Facebook) dan juga terkoneksi dengan para siswa di channel2 tsb. Sejauh mana sebaiknya hubungan guru-siswa di social media? Apakah menempatkan diri sebagai teman atau masih menjaga ketat peran sebagai guru yg berhak mengingatkan? Sebagai contoh bila kita melihat siswa berkata kotor/marah-marah di status Facebook, apa yg sebaiknya dilakukan… Mengingatkannya via channel tsb atau mengajaknya diskusi secara tatap muka?
Terima kasih.

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan.
Dalam konteks pendidikan, sosial media adalah gambaran kehidupan nyata di kelas. Di kelas situasinya beragam, jika gurunya kaku maka situasi kelas juga akan terasa dingin dan tanpa dialog. Sebaliknya jika situasi kelas demokratis semua pihak bisa memberikan pendapat sepanjang relevan dan guru bersikap tegas tapi ramah. Sosial media hadir menantang kebekuan yang terjadi di kelas-kelas yang diajar oleh seorang guru yang biasa mengajar ‘satu arah’. Padahal semua orang setuju dunia pendidikan itu dinamis dan terus berkembang. Kelas yang gurunya hanya sibuk berceramah dan cenderung satu arah akan terlihat kurang menarik jika dibandingkan dengan gaya komunikasi yang ada di dunia sosial media. Uniknya menghadapi kelas yang Di dunia sosial media semua orang dianggap sama, yang membedakan satu individu dengan individu lainnya adalah kontribusi atau sumbangan pemikiran pada orang lain .

Dalam dunia sosial media sebaiknya guru punya fan page dan tidak langsung berteman dengan siswa di Facebook. Biarkan siswa jadi fan gurunya di facebook. Jika anda sebagai guru sudah terlanjur berteman dengan siswa di FB misalnya, maka konsekuensi untuk mengingatkan siswa terus menerus akan anda terima sebagai konsekuensi. Jika ada murid yang berkata kotor cukup ingatkan saja (langsung atau lewat inbox) bahwa semua yang mereka tuliskan di dunia sosial media tidak akan hilang walaupun sudah dihapus.

Ingatkan juga bahwa di masa depan orang akan melihat rekam jejak seseorang bukan dari surat kelakuan baik yang dikeluarkan oleh kepolisian tetapi dari hasil pencarian lewat google. Lebih baik sarankan siswa untuk isi halaman sosial medianya dengan foto yang menunjukkan pencapaian atau prestasi. untuk anak yang senang seni misalnya minta ia upload gambar atau hasil lukisannya.

Semua hal yang saya sebutkan diatas hanya bisa ditiru siswa jika sebagai guru kita memberikan contoh. Isi facebook kita dengan hal positif dan jauhi berkeluh kesah lewat sosial media.

Tetapi sesungguhnya di dunia maya sendiri social media tidak hanya facebook dan twitter, tetapi ada juga seperti Edmodo.com. social media ini sedikit berbeda walaupun prinsipnya sama dengan social media yang lainnya. cuma di sini yang lebih menguntungkan adalah socila media berhubungan dengan pendidikan, sehingga peserta didik masih dapat berkomunikasi sambil belajar`…Jadi bisa dicoba!

Tipe-tipe guru yang ada di sekolah

Tulisan ini saya kopi paste dari tulisan Bapak Mustafa Kamal di guraru.org silahkan menikmati

Nah, teman saya yang pertama saya juluki guru “ G” alias Google Maniak kok.. Gaptek ya?

Guru ini dari perangkat mengajarnya jelas adalah copy paste perangkat guru lain dari sekolah lain, atau hasil dari searching dengan google karena dibawahnya ada nama SMA lain bukan SMA kami (lupa ngapus kali ya..atau tak tau caranya hehe…)……terus ..media power point yang digunakan dalam pembelajaran adalah hasil download juga karena nama pembuatnya tertera disana tentunya bukan nama dia….dan yang ditampilkan materinya nggak nyambung dengan materi yang dia bawakan waktu itu….! sepertinya ini guru cari aman saja, jika ditanya perangkat? jawab ada, ada buat media? jawab ada. Mengerti cara buatnya…..Entah….! pernah saya sedikit usil meminta guru tersebut memperbesar gambar dalam media power point itu….dan jawabnya adalah : tidak bisa pak, laptop ini programnya 2007 pak? saya buatnya di program 2003! ooo…..

Akhirnya saya mengangguk2 geli dan bertanya dalam hati….”trus perangkat dan media ini darimana ya…..!” Dari cara mengajarnya saya liat adalah dengan membaca saja apa yang tertulis di media tersebut, kemudian catat …tanpa ada penjelasan lebih lanjut! Kelas hening hingga akhir…..Good!

Saya sadar ibuk ini sudah tidak muda lagi, sudah 45 tahun. Mungkin wajar kurang pandai mengoperasikan komputer karena dizaman dia kuliah belum mengenal yang kayak gini. Mungkin dia upah orang lain untuk ini semua. Tapi sebagai guru kita harus berkembang setiap hari, tidak boleh stagnan. tidak boleh jalan ditempat! kita harus mengikuti perkembangan teknologi! Berat memang….

Teman kedua, saya juluki si ” O” alias Omdo/Omong2 Doank…

Pak guru ini Tipe guru santai, masih muda baru 33 tahun! Ditanya perangkat tidak ada, Masih pakai yang lama katanya …perangkat lusuh tujuh tahun yang lalu seperti tertera di cover TP 2003/2004! Ditanya media, waduh…..tak sempat pak..lupa nanti pasti saya buat pak! beliau ini tidak bawa buku paket ke kelas, hanya bawa spidol saja…hebaat!

Mengajarnya rame memang, penuh dengan Omongan, Kosong materi, Cerita kesana kemari, Materi hanya garis besar saja! Papan Tulis lumayan bersih hanya judul dan panah -panah bercabang 5 sub bab materinya! Luar biasa bapak ini cocoknya jadi dosen saya saja! heheheee….

Beginikah kita menghadapi siswa??? mereka bukan mahasiswa lho pak? Olalala…..

Teman ketiga saya guru yang mengajar Matematika saya juluki si “B” alias Beringas!

Alhamdulillah, perangkat pembelajarannya lengkap dan rapi! Hari itu rumus yang diturunkan panjang sekali dan sepertinya lagi berbicara dengan papan tulis. Siswa-siswi saya perhatikan mulutnya terngangak! alis ngantuk…..! ketika guru itu berbalik, dan siswa tadi keperegok menguap! Doni, cuci muka sana! ” hardik guru ini. Dan beliau kemudian berceramah panjang lebar! marah-marah! kamu ini…..kalo begini…maka…..dengan tangan diacung2 kan seperti sedang orasi partai!

Saya menerawang jauh ke guru matematika saya zaman dulu. Galaknya persis sama….! Apa nggak ada ya guru matematika yang ramah…..humoris….sampe sekarang…ampuuuuuun…….!

Ketika siswa diminta maju kedepan untuk mengerjakan soal, hanya satu orang saja yang maju. soal-soal berikutnya siswa itu lagi….dan soal setelah itu, siswa itu lagi…dan soal terakhir lagi-lagi siswa itu! yaaaach……

Teman saya keempat, saya juluki guru ” L” alias LKS berjalan…..

Ya, Perangkat pembelajaran persis dengan LKS, bolehlaah….media ya LKS itu laaah!

Proses pembelajaran adalah Diskusi dan mengisi LKS, kemudian dikumpulkan dan ditanda tangani! Jangan lupa ringkas LKS nya ya anak-anak ….! minggu depan catatan nya ibuk periksa, okey! …..materi LKs sudah ringkas, diringkas lagi……Hahay…..!

Guru ke -5 , saya juluki si ” O” lagi, yaitu : Otaknya sedikit Ngeres….

Bapak ini suka jalan-jalan keliling dalam kelas, ramah memang (ramah=rajin menjamah) siswi cantik….! Sambil bergurau masih sempat tangannya dibahu siswi yang cantik dikelas itu sambil berkata” coba Desi, kamu kedepan tuliskan jawaban mu? …….Saya perhatikan matanya “Nakal” memang……! Siswi tadi berusaha dengan kikuk menghindarkan tubuhnya…….lalu Bapak ini beralih ke siswi lain…..Menusuk kan telunjuknya ke pinggang seorang siswi……..”Kamu, Dah siap belom! teriaknya! Siswi tadi terkejut, tentunya geli sambil teriak “Bapak, nie!!!!

Waduh…..Memang sepintas lalu Siswa siswi akrab dengan bapak yang satu ini, karena suka bergurau dan melempar anekdot dikelas, kadang anekdotnya pon kadang ada unsur “hot” nya juga…….Gaya menjelaskannya okelah, tapi…….

Dan Guru ke 6 saya juluki guru “K” alias Kutu Buku, Catat Sampai Habis

Guru ini suka duduk manis di depan, sambil mendiktekan materi pembelajaran, dan siswa/i nya mencatat. Setelah selesai, siswa/i didiktekan soal-soal…….kerjakan, kumpul lalu pulang….

Itulah kisahku, bagaimana kisahmu????

Tips menjadi guru yang disukai siswa

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.

Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.

1. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
2. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa
anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
3. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur
dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
4. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
5. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
6. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa.
7. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang
profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
8. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan
melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.(guru kreatif)

Rekan guru dimana saja berada, khususnya orangtua/walimurid SDN Pejaten Timur 18 Pagi jadilah member dari forum yg akan banyak membahas pendidikan karakter dan semua hal seputar guru dan pendidikan serta informasi pendidikan dari sekolah SDN Pejaten Timur 18 Pagi. Bergabunglah sekarang di https://gurusdnpejatentimur18.wordpress.com.

Apakah anda termasuk guru yang mengajar dengan hati?

Buat saya ciri-ciri guru yang mengajar dengan hati adalah

1. selalu mau tahu dan belajar segala hal yang baru soal pendidikan, bisa IT, bisa metode dan semua ia lakukan tanpa mesti ada hubungannya dengan penggajian. Mau gajinya naik apa tidak dengan dia belajar IT dia tdk peduli, sukur2 jika ada pengaruhnya.

2. Tidak mudah patah semangat oleh konflik. Yang saya maksud konflik adalah konflik dengan ortu, sesama guru bahkan dengan yayasan atau kepala sekolah. walaupun ia dalam posisi di zalimi ia tidak akan kurang mutu mengajarnya karena ia mengajar demi siswa.

3. Punya kehidupan lain setelah mengajar. Ini penting, guru yang hidupnya monoton cenderung ia cuma menunggu gajian hehhee

4. Sabar soal kesejahteraan, tapi jika ia menuntut ia akan bicara dengan bijak atau tidak sama sekali. Guru yang baik peduli akan kesejahteraannya karena ia merasa gaji juga sumber semangat ia dalam mengajar, tapi juga tidak melulu mengartikan segalanya soal uang.

5. Mengartikan semua hal sebagai kesempatan belajar, Ia tidak hitung2an sat diminta bekerja lebih, sepanjang ia akan dapat pengalaman baru, kesempatan itu akan ia terima.

6. hormat pada senior, dan mau berbagi dengan yunior. Ilmu baginya akan bertambah jika dibagi

Syarat Nilai Lulus UN 2012

Ketentuan nilai minimal lulus UN 2011/2012 telah diatur berdasarkan Prosedur Operasi Standar Unjian Nasional dalam peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).
Syarat Kelulusan SD/MI/SDLB

Kriteria dan mekanisme kelulusan SD/MI/SDLB tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0012/P/BSNP/XII/2011 tentang POS SD/MI/SDLB 2011/2012.
Baca lebih lanjut

Resep membuat kelas yang hidup dan menginspirasi

Posted by agusampurno ⋅ Januari 11, 2012 ⋅ Tinggalkan sebuah Komentar

Sebuah kelas yang hidup menjadi tujuan semua guru yang mengajar dengan hati. Mengajar dengan hati berarti mendahulukan kepentingan siswa. Guru lakukan segala cara agar siswa bisa paham dan mengerti saat ia mengajar. Jaman kita dahulu bersekolah, paham yang guru ajarkan berarti mampu menghafal dan bisa mengerjakan soal. Jaman sekarang kedua hal tersebut bukan lagi menjadi ukuran. Ukuran yang dipakai sekarang apakah siswa melaksanakan prosesnya dengan baik dan bukan sekedar mendapatkan jawaban yang betul. Guru juga diminta untuk membuat siswa bisa menunjukkan cara berpikirnya hingga bisa mendapatkan jawaban yang betul. Artinya proses dan hasil sama-sama pentingnya. Bukan jamannya lagi memaksa siswa untuk bisa mengerti dan belajar sesuai yang guru inginkan. Malah guru yang mesti menyesuaikan diri pada gaya belajar siswa.
Baca lebih lanjut

MEKANISME BARU PENYALURAN DANA BOS 2012

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mengubah mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2012 yakni melalui pemerintah provinsi dan tidak lagi melalui kabupaten/kota.

Perubahan mekanisme penyaluran tersebut karena tidak berjalannya sistem dengan baik. Kebijakan dengan asas desentralisasi tersebut dianggap rumit birokrasinya, terutama saat peyaluran ke sekolah negeri.

Melalui mekanisme baru ini diharapkan penyaluran dana BOS akan lebih cepat dimana dana BOS ditransfer oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari Kas Umum Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KUD) Provinsi.

Besar Bantuan

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah termasuk untuk BOS Buku, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:

SD/SDLB : Rp 580.000,-/siswa/tahun
SMP/SMPLB/SMPT/SATAP : Rp 710.000,-/siswa/tahun

Waktu Penyaluran Dana

Pada tahun anggaran 2012, dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2012, yaitu semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 dan semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.

Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan, yaitu

periode Januari-Maret,
April-Juni,
Juli-September dan
Oktober-Desember.

Buku Petunjuk Teknis Dana BOS 2012

Bila berminat mengunduh buku Juknis BOS 2012, silakan lihat/unduh Juknis-BOS-2012